semuanya berakhir meski sudah melangkah dengan paling hati hati, dia telah memilih untuk pergi, semua telah sirna, tiada lagi ada aku di ruang hatinya, tiada lagi ada kita yang saling bercerita, hampa hati terasa setelah berpisah. Seperti mimpi buruk disiang hari yang terus datang saat sepi. Ingin memutar waktu saat kita bertemu , memutus peta takdir yg tertulis, menjauhkan diri dari cinta pertama yang menyakitkan, memberikan luka yang tak tahu kapan akan sembuh, ingin menutup hati untuk saat ini dan entah kapan akan bisa terbuka kembali, rasa percaya yg begitu besarnya, rasa mencintai dan dicintai yg begitu membahagiakannya untuk pertama kali dan berharap tak ada yg kedua, namun tak sesuai dengan harapan cinta berubah menjadi pedih dihati, menyisakan rindu dengan sosoknya yang tak bisa kugapai lagi, hatinya yang dingin bukanlah untukku lagi pribadinya yang cuek semakin menjadi setelah perpisahan, ini menyakitkan saat harus pura pura merelakan dia dengan yang lain, membohongi perasaan yang masih ada dan semakin dalam, terimakasih untuk perasaan yang pernah ada dan bertahan untuk 19 bulan, terimakasih karena selalu mengingatkan aku untuk kebaikanku, terimakasih telah melukiskan senyum di ujung bibirku, terimakasih atas airmata yang jatuh untuk kisah hitam di cinta kita i still love you and i will always care for you, even if we are not together, even if we are far.. far away from each other..
16 Januari 2014 19:48 07 September 2015 11:48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar